Selasa, 09 Februari 2010

Backup and Recovery

Data dan database merupakan komponen terpenting dalam suatu sistem informasi manajemen, disamping tentu saja aplikasi untuk sistem informasi harus tersedia, keduanya saling tergantung. Suatu aplikasi sistem informasi manajemen tidak ada gunanya jika tidak mempunyai data yang lengkap, demikian juga sebaliknya jika punya data tetapi tidak mempunyai aplikasi yang digunakan untuk mengelolanya sehingga tidak dapat dihasilkan suatu laporan, statistic atau pun informasi.

Backup Data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data dan aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi kerusakan sistem dari luar ataupun dari dalam sistem, yang disengaja atau pun tidak disengaja.

Proses backup data dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, jika dimisalkan pada sebuah perusahaan memiliki 1 database yang melayani 100 transaksi perhari bisa kita bayangkan berapa banyak data yang terkumpul dalam 1 bulan, dan jika terjadi kerusakan system maka data yang begitu banyak akan hilang atau akan menjadi pekerjaan input data baru yang membuang buang waktu, dengan adanya proses backup data kejadian tersebut bisa dihindari, misalnya secara rutin administrator database melakukan penyimpanan data setiap minggu sehingga jika pada minggu ketiga hari kedua terjadi crash system atau kerusakan system yang terjadi akibat gangguan system atau factor gangguan cuaca seperti gempa, banjir dan tanah longsor yang merusak data secara fisik. Maka data yang hilang hanya 2 hari, sehingga total data yang hilang adalah 200 transaksi, dari ilustrasi diatas kita bisa
mengetahui betapa pentingnya proses backup data untuk daur hidup suatu system database.
Restore Data
Restore adalah proses mengembalikan backup ke dalam sistem. Restore dilakukan untuk mengembalikan keadaan sistem kembali pada keadaan semula, keadaan terakhir pada saat operasional, sebelum terjadi kerusakan sistem. Pada proses ini akan dilakukan pengembalian data baik struktur maupun isi dari database, secara teori proses ini adalah proses minimum pengembalian system tergantung dari waktu scheduling yang menjadi dasar proses backup, jika waktu scheduling dijadwalkan terlalu lama maka akan banyak data nya hilang.
Skenario kegagalan dan Resiko Backup
Kegagalan sebuah sistem bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor, salah satu faktor bencana alam yang tidak pernah diduga dan diperkirakan sehingga skenario kegagalan sistem harus diperhitungkan dengan pembangunan sistem backup harian dengan media backup yang disimpan ditempat berbeda.
Dengan menggunakan basis data web ini semuanya bisa dilakukan dengan mudah.
Metoda backup dan recovery
Proses backup data sangatlah penting bagi keamanan data agar bisa terjaga dengan baik terutama saat terjadi crash pada sistem basis data yang disebabkan oleh kerusahakan fisik hardware ataupun karena faktor alam.
Banyak sekali cara untuk melakukan backup data, berikut ini metoda yang bisa dlakukan saat akan melakukan backup data :
a) Backup Logika vs backup Physic
b) Backup online vs backup offline
c) Backup local vs backup remote
d) backup penuh vs backput bertambah sebagian
e) Point in time recovery
f) Backup scheduling, compression dan encryption
g) Table Maintenance

Backup dan Recovery + 01/01/2009 by Saluky www.etunas.com : Providing Best Service to Your Bussines 4 of16
MySQL Backup dan Recovery
Lebih jauh berikut ini penjelasan tentang masing masing metoda backup :
1. Backup Logika vs backup Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang direpresentasikan dalam perintah SQL. Seperti CREATE DATABASE, CREATE TABLE dan INSERT DATA.
Backup fisik adalah mengambil datatabase dalam bentuk fisik, untuk database yang menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\
Pada folder tersebut terdapat file database, setiap table diciptakan dari 3 file yaitu .MYD, ,FRM dan .MYI, pada saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy folder yang didalamnya menyimpan data dari database yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh database dan tidak

sangat berbeda dengan backup secara logika, data yang diambil bisa dipilih sesuai dengan yang diinginkan.
Berikut ini karakteristik backup secara logika :
• Backup dilakukan melalui server MySQL untuk mengambil struktur dan informasi data.
• Backup berjalan lebih lambat karena server harus mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam bentuk logika pada file backup.
• Output bisa lebih besar dari pada bentuk fisik, misalkan

data yang disimpan 5 MB dalam bentuk file sql maka pada saat recovery akan terjadi kehabisan memori karena prosesnya akan menghabiskan banyak memori untuk mengembalikan dalam bentuk semula.
Backup dan Restore dilakukan dengan mengabaikan mesin yang digunakan.


Backup logika tidak melibatkan banyak file hanya satu file logika yang biasanya disimpan dalam file .SQL
• Data disimpan dalam bentuk logika yang merupakan bahasa DDL dan DML.
• Backup data dilakukan saat server sudah dijalankan.
• Program untuk backup digunakan mysqldump.exe yang memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file, seperti tsiswa.sql
• Untuk mengeluarkan data dalam bentuk file lain bisa digunakan perintah :
SELECT …..INTO OUTFILE


Berikut ini karakteristik backup fisik • Backup terdiri dari salinan file dan database, ini adalah salinan dari semua bagian direktori MySQL, data dari table memori tidak disampan pada disk. • Backup data secara fisik lebih cepat karena tidak melakukan memrosesan logika, hanya pengcopian secara fisik. • Outputnya lebih sederhana dibandingkan backup logika. • Sebagai tambahan dari database, backup dapat meliputi file manapun yang terdiri dari file MYi, MYD dan FRM. 2. Backup online vs backup offline

Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan sedangkan backup offline dilakukan saat server sedang dihentikan. Metoda Backup Online mempunyai karakteristik : • Lebih sedikit mengganggu klien lain karena dapat menggunakan mysql server tanpa harus menghentikan pekerjaan selama proses backup.

Backup data hanya dilakukan pada data yang tidak sedang terlibat dalam transaksi.
Metoda Backup Offline mempunyai karakteristik :
• Mempengarui klien yang kurang baik sebab server tidak berjalan selama proses berlangsung.
• Backup lebih sederhana memeriksa prosedur sebab tidak ada kemungkinan gangguan campur tangan dari aktifitas klien.
3. Backup local vs backup remote
Suatu backup local dilakukan pada host yang sama pada server MySQL yang sedang running, sedangkan suatu backup remote diaktifkan dari suatu host yang berbeda.
• Mysqldump dapat menghubungkan ke server remote atau local. Karena output SQL (perintah create dan insert) local atau remote dapat diselesaikan dan degenerate dari client.
• Mysqlhotcopy melaksanakan hanya backup local, menghubungkan ke server untuk menguncinya untuk menghindari modifikasi data dan kemudian menyalin file ke local.
• Select ………into outfile dapat diaktifkan dari satu host remote dari client, tetapi field output diciptakan pada host server.
• Backup fisik secara khas diaktifkan pada server mysql sedemikian hingga server dapat diambil saat ofline, walaupun cara pengambilannya bisa dengan remote.
4. Snapshot Backup
Beberapa file system implementasi memungkinkan snapshot untuk diambil. Ini menyeddiakan salinan logika menyangkut file system pada titik yang telah ditentukan waktunya, tanpa keharusan untuk secara fisik mengcopy seluruh file system. MySQL sendiri tidak menghasilkan kemampuan untuk mengambil file system snapshot. Itu tersedia melalui aplikasi lain seperti veritas atau LVM.
5. Backup penuh vs Backup bertambah sebagian
Suatu backup penuh meliputi semua data yang diatur oleh suatu MySQL Server pada titik ditentukan pada waktunya. Suatu incremental backup terdiri dari perubahan pada data sesuai dengan log pada server.
6. Point in time recovery
Metoda lain menggunakan log binary untuk mencapai point in time recovery. Ini dilaksanakan dengan recovery yang pertama dari backup yang pertama dan merecovery seperti semula dan memodifikasi prosesnya sampai waktu yang kita tentukan.
7. Backup scheduling, compression dan encryption
Backup scheduling adalah suatu yang penting untuk otomatisasi prosedur backup. Proses ini bisa menghindari proses hacking yang dilakukan diinternet sehingga data selalu terjaga. Proses ini biasa diterapkan pada system online yang mengcover banyak data pada transaksi.
8. Table Maintenance
Integritas data dapat disepakati jika table mengalami corrupt. My SQL menyediakan program untuk memeriksa table dan perbaikan jika terdapat masalah yang ditemukan, program ini biasa diterapkan pada table MyIsam.

SQL Server Backup and Recovery
Konsep mengenai backup dan recovery telah diuraikan secara jelas diatas, SQL server memiliki dua buah sarana yang dirancang untuk menjalankan salinan backup dari database dan komponen komponennya. Sarana sarana ini sangat penting untuk kesinambungan operasi database apabila ada kegagalan pada perangkat keras, penghapusan tabel secara tidak sengaja atau bahkan kehilangan data pada server.
SQL server mengijinkan 2 jenis backup yaitu :
􀂃 Backup Lengkap : merupakan gambaran lengkap dari database.
􀂃 Backup diferensial : merupakan salinan perubahan yang dilakukan pada database semenjak proses backup terakhir dilakukan.

Dengan kedua metoda backup ini anda bisa membuat mekanisme backup yang aman untuk mengoptimalkan ruang dan waktu akses disk.
Sebagai contoh, kita bisa melakukan backup lengkap dipagi hari dan backup diferensial pada siang hari dan diakhir hari.
Membuat Backup dengan Enterprise Manager
Untuk melakukan backup dengan Enterprise Manager, klik kanan pada folder database yang akan dibackup untuk mengaktifkan menu shortcut.
Pilihlah All Task | Backup Database

Gambar1


Gambar2


Pilihlah database yang akan dibackup, kemudian pilihlah data yang akan dibackup, sebagian atau sebagian. Untuk menjawab pertanyaan ini jika anda baru pertama kali backup maka gunakan database complete tetapi jika membackup yang selanjutnya gunakan database differentian


Gambar 3



Pilihlah tujuan file yang akan anda simpan, misalkan di C:\MSSQL7\Backup\namafile.


Gambar 4
Jika disimpan pada tempat yang sama maka pastikan belum ada file tersebut. Setelah selesai tahapan backup maka simpanlah file yang telah anda backup. Dalam file tersebut terdapat data, view, procedure dan trigger.


Merestore data pada SQL Server
Misalkan suatu saat server anda mengalami kerusakan parah akibat bencana alam atau disebabkan oleh hilangnya fisik dari server maka jika anda masih mempunyai backup dari darabase hal itu bukan merupakan hal yang susah, tinggal lakukan proses restorasi data semua akan dengan mudah teratasi.
Berikut ini langkah langkah restorasi data yang telah dibackup ke database yang baru misalkan database dbsaya.
Klik kanan database yang menjadi tujuan tempat restor data kemudian pilihlah All Task -> Restore Database


Gambar 5



Pilih database tujuan anda jika masih tidak sesuai, kemudian pola restore pilihlah from device karena file kita berada ditempat lain atau di flashdisk Pilihlah select devices maka akan tampil

Gambar 6



Gambar 7



Gambar 8



 

Pilihlah file yang akan anda restore.
Jika anda pernah membackup data tersebut sebelumnya pilihlah force untuk menimpa data yang lama.

Selasa, 02 Februari 2010

Trigger

Pendahuluan Salah satu keistimewaan dari SQL Server adalah mekanisme kontrol yang bernama database Trigger. Trigger sama seperti sekumpulan perintah Transact-SQL yang secara otomatis dijalankan apabila ada perintah INSERT, DELETE, atau UPDATE yang dijalankan di dalam tabel. Aplikasi utama dari trigger adalah pembuatan metode validasi dan batasan akses ke dalam database, seperti misalnya perintah perintah keamanan. Ini merupakan cara lain selain dengan menggunakan aplikasi kita juga bisa melakukan kontrol langsung dengan menggunakan trigger yang diletakkan pada tabel yang bersangkutan. Perintah yang dapat dilakukan Trigger adalah : �� Membuat isi dari kolom yang diambil dari kolom yang lain. �� Membuat mekanisme validasi yang mencakup query pada banyak tabel. �� Membuat log untuk mendaftarkan penggunaan tabel. �� Meng-update tabel tabel lain apabila ada penambahan atau perubahan lain di dalam tabel yang sedang aktif. Komponen dari Trigger Trigger dibentuk dari dua bagian : �� Perintah SQL untuk mengaktifkan trigger. Perintah INSERT, DELETE dan UPDATE bisa mengaktifkan trigger. Trigger yang sama bisa diaktifkan apabila ada lebih dari satu aksi yang terjadi. Dengan kata lain trigger bisa diaktifkan apabila ada perintah insert, delete atau update dijalankan. �� Aksi yang dijalankan oleh trigger. Trigger menjalankan blok PL/SQL.


Dibawah ini adalah batasan dan pertimbangan di dalam menggunakan trigger :
1. Trigger bisa menjalankan perintah yang terkandung di dalam badannya atau mengaktifkan prosedur dan trigger lain untuk menjalankan tugas tertentu.
2. Setiap perintah SET bisa ditentukan di dalam trigger. Perintah ini akan tetap aktif selama ekseksi. 3. Kita tidak bisa membuat trigger untuk view. Tetapi apabila view digunakan, trigger dari table dasar biasanya akan diaktifkan. 4. Perintah Truncate Table tidak bisa dihentikan oleh trigger. 5. Trigger tidak bisa menjalankan perintah Transact-SQL yang merupakan perintah DDL.
Membuat Trigger Trigger bisa dibuat dengan 2 cara yaitu : 1. Menggunakan Query analizer CREATE TRIGGER [TRIGGER NAME] ON [NAMA_TABEL] FOR INSERT, UPDATE, DELETE AS PERINTAH Ket : ON menunjukan tabel atau skema dimana trigger dibuat. FOR harus diikuti oleh jenis perintah yang akan dijalankan. AS memulai badan trigger dengan perintah yang akan dijalankan.
Berikut ini contoh pembuatan trigger semisalnya kita mempunyai tabel dengan nama tmhs dengan struktur sebagai berikut :
contoh tabel


Buatlah tabel TMhs2 yang mempunyai struktur yang sama dengan TMhs. Misalkan kita akan membuat trigger menampilkan tulisan saat program melakukan input


2.Menggunakan Enterprise Manager Dengan menggunakan Enterprise manager pembuatan Trigger sangatlah mudah. Berikut ini cara membuat trigger menampilkan tulisan pada saat melakukan input :




Gambar : Menampilkan Trigger




Tabel Inserted dan Deleted Apabila tabel dijalankan SQL server akan membuat dua buah tabel sementara yang hanya muncul apabila trigger sedang dijalankan, tabel yang pertama adalah tabel inserted dan yang kedua adalah tabel deleted. Apabila perintah INSERT atau UPDATE dijalankan, record yang dibuat atau diubah di copy ke dalam tabel inserted. Apabila perintah DELETE dijalankan, baris baris yang dihapus di copy ke dalam tabel deleted.




Membuat Replikasi Baris dengan Trigger Dengan menggunakan tabel sementara dari trigger, kita bisa membuat sebuah mekanisme untuk melakukan replikasi cepat dari satu tabel ke tabel yang lainnya. Kita bisa menyisipkan, mengubah atau menghapus record pada tabel lain pada saat operasi sedang dilakukan pada tabel yang sedang aktif. Berikut ini contoh membuat tiga buah trigger untuk replikasi atau menggandakan operasi dari tabel Tmhs ke dalam tabel Tmhs2. Replikasi Insert Nama trigger : insertrep Create Trigger insertrep on tmhs For insert As Insert into Tmhs2 Select * from inserted
Pada trigger ini, kita menggunakan Insert into dan select untuk mendapatkan field field dari tabel inserted Replikasi Delete Nama trigger : delrep Create Trigger delrep on Tmhs For Delete As Delete from tmhs2 Where tmhs2.nim in (select nim from deleted) Kita menggunakan perintah Delete From dan Where untuk menyaring record yang akan dihapus dengan mencarinya pada tabel deleted, yang dalam hal ini hanya mengandung record yang baru saja dihapus Replikasi Update Nama trigger : uprep Create Trigger uprep on Tmhs For Update As Update Tmhs2 Set Nama=(Select Nama from Inserted), Alamat=(Select Alamat from Inserted) Where Tmhs2.nim in (Select nim from Inserted) Trigger ini mereplikasi proses update yang telah dilakukan pada tmhs, didalamnya mengupdate colom nama dan alamat dari Tmhs2 dengan isi dari colom nama dan alamat dari tabel inserted. Klause Where juga digunakan untuk mengupdate record yang kodenya ditemukan pada tabel inserted saja. Pada perintah replikasi update dan juga update biasa sangat dilarang untuk mengupdate primary key.

Jumat, 15 Januari 2010

KONSEP BASIS DATA

KONSEP BASIS DATA


1.1PENGENALAN BASIS DATA

Kata “basis data” bisa digunakan untuk menguraikan segala sesuatu dari sekumpulan data tunggal , seperti daftar telephon. Istilah “basis data” tidak termasuk aplikasi, yang terdiri dari form dan report dimana pengguna akan saling berhubungan. Basis Data terdiri dari file-file fisik yang ditetapkan berdasarkan computer saat menerapkan perangkat lunak basis data. Di sisi lain, suatu model basis data lebih kepada konsep dibandingkan objek fisik dan digunakan untuk menciptakan table di dalam basis data anda.

Basis data adalah suatu aplikasi terpisah yang menyimpan suatu koleksi data. Masing-masing basis data memiliki satu API atau lebih yang berbeda untuk menciptakan, mengakseskan, mengelola, mencari dan meraplikasi data.

Sebuah basis data adalah tempat pnyimpanan file data. Sebagai file data, suatu basis data tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari basis data dan menyajikanya dalam bentuk yang bisa dimengerti. Ketika bekerja dengan file-file data, suatu aplikasi harus dikodekan agar bekerja dengan struktur masing-masing file data. Biasanya, Suatu basis data berisi catalog yang menggunakan aplikasi untuk menentukan cara data diorganisir. Aplikasi basis data umum bisa menggunakan catalog tersebut untuk menampilkan data dengan penggunadari basis data yang berbeda secara dinamis, tanpa terikat pada format data tertentu.


Basis data biasanya memiliki dua bagian utama. Pertama, file yang memegang basis data fisik. Kedua, perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS) menggunakan aplikasi untuk mengakses data. DBMS bertanggung jawab menguatkan struktur basis data, termasuk :

Memelihara hubungan antar data di dalan basis data.
Memastikan bahwa data tersimpan secara tepat, dan menetapkan aturan hubungan data agar tidak dilanggar.
Pemulihan (recovery) semua data dari kegagalan sistem.

Recovery atau pemulihan adalah upaya untuk mengembalikan basis data dalam keadaan yang dianggap benar.
Pemulihan itu menyangkut :
1.Pemulihan terhadap kegagalan transaksi
2.Pemulihan terhadap kegagalan sistem
3.Pemulihan terhadap kegagalan media.



1.2 SIFAT-SIFAT BASIS DATA
Istilah basis data pada umunya juga menyiratkan serangkaian sifat yang terkait; berbagi data, integritas data, keamanan data, abstraksi data, dan inpendensi data.

1.2.1 BERBAGI DATA
Data yang disimpan didalam basis data tidak secara umum dipegang semata-mat untuk digunakan oleh seseorang. Suatu basis data secara normal diharapkan bisa diakses oleh lebih dari satu orang, dan mungkin pada waktu yang sama.
Oleh karena itu, basis data siswa mungkin bisa diakses oleh anggota yang bukan hanya akademis,tetapi juga staf administrative. Sebagai contoh adalah sebuah supermarket. Data penjualan bisa diakses oleh pengontrol persediaan dan sistem informasi manajemen.

1.2.2 INTEGRASI DATA
Data bersama membawa banyak keuntungan bagi organisasi. Salah satu bentuk tanggung jawab pemakaian basis data yang utama adalah memastikan bahwa data terintegrasi. Hal tersebut menyiratkan bahwa suatu basis data harus

Kelebihan & Kekurangnan Basis Data

Kelebihan & Kekurangnan Basis Data

Kelebihan Sistem Basis Data
• Mengurangi kerangkapan data
• Mencegah ketidakkonsistenan
• Keamanan data dapat terjaga
• Integritas dapat dipertahankan
• Data dapat digunakan bersama-sama
• Menyediakan recovery
• Memudahkan menerapkan standarisasi
• Data bersifat mandiri
• Keterpaduan dapat terjaga

Kekurangan Sistem Basis Data
• Diperlukan tempat penyimpanan yeng besar
• Diperlukan tenaga yang terampil dalam mengolah data
• Perangkat lunaknya mahal

Kerusakan di sistem basis data mempengaruhi departemen yang terkait
Pengertian Sistem Operasi adalah Program yang mengaktifkan/ memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer( operasi I/O, Pengolahan file, dll ).

End User
Pengertian : Orang yang mengakses basis data melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer.

Transfer Data

Transfer Data

Source Destination
---------- --------------
Access ------> SQL Server
SQL Server ------> Access
SQL Server ------> Mysql
Mysql ------> SQL Server

Tranfer data dari Access ke SQL Server
1.Pastikan dbaccess sudah ada
2.SQL Server sudah dijalankan
3.Enterprise Manajer
4.Buat database baru
contoh : dbt1
5.Klik Kanan dbt1
Import Data
6.Source : Access
7.Destination : SQL Server

Transfer data dari SQL Server ke Mysql
1.Start --> Program --> PhpTriad --> Mysql-D
2.Start --> Program --> PhpTriad --> Apache --> Start Apache
localhost/phpmyadmin

Cara membuat DSN
1.Start
2.Setting
3.Control Panel
4.Administrative tools
5.Data Source (ODBC)
6.add - Mysql (ODBC) 3.51 Driver
7.finish
8.isi database nama
9.isi database source
10.test connection
11.OK

VIEW SQL SERVER

VIEW SQL SERVER

View adalah tabel virtual yang isinya didefinisikan oleh query database. View bukanlah sebuah tabel fisik, tetapi sekumpulan instruksi yang menghasilkan sekumpulan data.

Penggunaan view sangat bermanfaat apabila kita ingin memfokuskan diri pada informasi tertentu yang terdapat dalam basis data. Bayangkan sebuah database perusahaan yang diakses beberapa user pada departemen berbeda. Informasi yang dibutuhkan oleh setiap departemen pastilah berbeda. Dengan menggunakan view dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan saja, baik berasal dari satu tabel atau lebih dalam database tersebut.

View mengijinkan banyak user yang berbeda melihat informasi yang sama dengan fokus yang berbeda. View mengijinkan kombinasi informasi untuk memenuhi kebutuhan user tertentu dan bahkan bisa diekspor ke aplikasi lain

Membuat View
View dapat dibuat dengan perintah Transact-SQL yaitu Create view atau dengan menggunakan program penyunting view yaitu enterprise manager.
Hal yang harus diingat pada saat membuat view :

1. View hanya bisa dibuat di dalam database yang sedang digunakan.

2. Anda tidak bisa menghubungkan trigger, aturan kedalam view.

3. View bisa menggunakan data dari view lain.

4. Kita tidak bisa membuat indeks untuk view.

5. Jika ada lebih dari satu kolom view yang memiliki nama yang sama, kolom tersebut harus diberi alias.

6. Kolom didalam view sama dengan kolom ditabel asal.

Untuk Membuat View kita dapat meng Klik kanan

Setelah tampilan menu view kita dapat menambahkan table yang kita butuhkan


Misalkan kita akan membuat view untuk menampilkan data mahasiswa maka kita hanya membutuhkan table Tmhs


Misalkan kita akan menampilkan Nim dan nama Mahasiswa tersebut maka kita pilih dari tabel Tmhs nim dan nama



Untuk mengecek hasilnya klik tanda seru merah ! atau run maka akan terlihat nim dan nama mahasiswa.

Untuk menyimpan view bisa klik save dan beri nama view misalnya view_nim_nama

View bisa juga langsung dibuat pada console query dan cara ini kadang dianggap lebih mudah dibandingkan dengan visual.

Query analyzer

Query analyzer

Strt – Program – Microsof SQL server 7.0 – Query Analyzer

1 Menampilkan seluruh data mahasiswa (tmhs)
select * from tmhs

2.Menampilkan data mahasiswa dengan prodi KA:
Select * From tmhs
Where tmhs.prodi =’ KA’

3. Menampilkan data mahasiswa yang namanya depannya huruf A :
select * from tmhs
Where tmhs.nama like ‘a%’
Huruf A dibelakang :
select * from tmhs
Where nama like ‘%a’
Yang namanya mengandung huruf A :
select * From tmhs
where nama like ‘%a%’

4. Menmpilkan banyaknya data gunakan Count :
Select Count (*) as banyak_mhs from tmhs

5. Menampilkan jumlah SKS yang ditawarkan :
Select sum(sks) from tmk

6. Tamilkan Rata –rata sks
Select Avg(SKS) as rata-rata from tmk

7. Tampilkan Max,Min,AVG,SUM dari SKS tmk :
select Max(sks) as Maksimum,MIN(sks) as Minimum,AVG(sks)rata2,Sum(sks) Banyak_sks from tmk

8. Berapa data mahasiswa yang nilai nya A :
select count (*)as Jumlah from tnilai
where hurufmutu='A'


contoh kasus :
Ttransaksi
TGL jual
19-10-2008 5000
19-10-2008 10000
20-10-2008 5000
21-10-2008 10000

Jurnal
TGL ket ref debet Kredit
19-10-2008 - - 15000
20-10-2008 - - 5000
21-10-2008 - - 10000

Buku besar
Debet kredit
30000


Query :
- Total Jual dari tanggal :
Select tgl,SUM(Jual) as debet From Transaksi
Group by Tgl
- total jual dari bulan dan tahun :
Select SUM(jual) as debet from Ttransaksi
Where tgl like ‘% 10-2008’

PROCEDURE SQL SERVER

PROCEDURE SQL SERVER

Pengertian
Procedure pada dasarnya adalah sebuah program yang ditulis dalam bahasa Transact-SQL yang disimpan di dalam database SQL Server. Procedure dibentuk dari perintah, variabel serta alur logik yang terdapat pada SQL. Procedure bisa dijalankan secara manual ataupun dijalankan oleh program lain.

Jenis jenis Prosedur
Prosedur bisa dibagi bagi ke dalam prosedur lokal yang disimpan di dalam server lokal, atau prosedur remote yang disimpan didalam server yang lain. Prosedur juga bisa didefiniskan oleh user atau system procedures yang merupakan bagian dari server.
Komponen komponen prosedur :
1.Parameter
Prosedur bisa menyimpan 255 parameter dan sebuah kode hasil, parameter ini digunakan untuk komunikasi antara prosedur dan dunia luar, apabila kita menjalankan prosedur maka nilai akan dikirim dalam bentuk parameter.

2.Nama dan data tipe
Parameter harus memiliki nama yang eklusif dan diawali dengan simbol @. Kita juga diharuskan menyertakan tipe data
Contoh

Create procedure test1
@kode varchar(8),
@nilai int

Pada prosedur tersebut terdapat dua parameter yaitu kode dan nilai yang harus disertakan pada saat menjalankan prosedur.

3. Arah dari paremeter
Semua parameter yang dibuat dianggap sebagai parameter input, artinya mereka menerima data dari program yang menjalankan prosedur. Dengan menambahkan kata OUTPUT ke dalam definisi parameter, prosedure bisa mengembalikan nilai dari parameter ke dalam program yang memanggilnya.

Cara membuat prosedur dengan Enterprise manager :
• Klik kanan Strore Procedure untuk menampilkan Shorcut

• Tulislah perintah prosedure kemudian check Syntax

• Kemudian klick ok maka prosedur telah dibuat.




Cara membuat prosedure dengan Query Analizer
Untuk menjalankan query analizer langkah langkahnya adalah :

1. Koneksikan dengan server
2. Pilih database yang akan digunakan
Jika kita lupa database yang digunakan maka perintah perintah SQL tidak akan
menghasilkan hasil yang diinginkan.
3. Ketikkan perintah transact-SQL

Ketikkan perintah pembuatan procedure dan dieksekusi maka prosedur tersebut akan ada di Store Procedure

Prosedur yang dibuat oleh user dibagi menjadi dua yaitu :

1.Prosedur tanpa parameter
Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :

Contoh prosedur tanpa parameter
Contoh 1 :
Create procedure proc_Tampil_MHS
As
Select * from Tmhs
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_MHS

Contoh 2 :
Create procedure proc_Tampil_Matakuliah
As
Select * from TMk
Cara menjalankannya :
Exec proc_Tampil_Matakuliah

2. Prosedur dengan parameter Misalkan ada sebuah tabel dengan rancangan :

Contoh prosedur dengan parameter

Contoh 1 : Dengan nama field

Create procedure Proc_input_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Insert into TMhs(nim,nama,alamat) values(@nim,@nama,@alamat)
Cara menjalankan :
Exec proc_input_mhs ‘2000’,’dewi’,’kuningan’

Contoh 2 : Tanpa field

Create procedure Proc_input_Matakuliah
@kode varchar(3),
@namamk varchar(20),
@sks int
As
Insert into Tmk values(@kode,@namamk,@sks)
Cara menjalankan :
Exec Proc_input_matakuliah ‘M01’,’Perancangan Basis data’, 3

Contoh 3 : Edit data Mahasiswa

Create Procedure proc_edit_mhs
@nim varchar(10),
@nama varchar(20),
@alamat varchar(50)
As
Update tmhs set nama=@nama,alamat=@alamat where nim=@nim
Cara menjalankan :
Exec proc_edit_mhs ‘2001’,’Ayu’,’Cirebon’



Contoh 4 : Hapus data mahasiswa

Create Procedure proc_hapus_mhs
@nim varchar(10)
As
Delete from tmhs where nim=@nim
Cara Menjalankan :
Exec proc_hapus_mhs ‘2001’

Penggunaan prosedur ini sangat memudahkan programer dan DBA dalam mengembangkan dan menyederhanakan tugas tugas, juga prosedur ini dapat digunakan juga sebagai FAQ dari permintaan user.

Kamis, 14 Januari 2010

Aplikasi Data Base

Pertemuan 3

Aplikasi Database

Dalam mengolah database diperlukan sebuah Program aplikasi sebagai alat nya.Microsoft Access adalah sebuah program Aplikasi untuk mengolah database model relational karena terdiri dari kolom ( field ) dan baris (Record ).Microsoft accsess adalah salah satu aplokasi yang paling sering digunakan karena yang sangat mudah dalam pembuatan dan perancangan system managemen Database.

Cara membuat file database baru ( Blank Database )

- Klik Blank Database

- Pada kotak save in,Pilih dimana Database akan disimpan

- Pada kotak file name ketik,misal : dbperpustakaan

- Klik tombol Create

Misalnya akan membuat tabel dengan create tabel in design view kemudian muncul tabel .

- Ketik nama field sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan tipe datanya.

- Tentukan Primary key jika dibutuhkan dengan cara : Klik kanan nama field pilih Primary key

- Save tabel misal : tbl perpustakaan

- Close

- Untuk mengisi tabel open nama tabel.

Contoh Design Table pada Ms.Acces :

Contoh relationship pada database :

Primary Key Foreign Key

Kunci

Pertemuan 2

Kunci

 

 

  Terdapat dua jenis kunci yaitu kunci utama ( Primary key ) dan kunci tamu (foreign  key ).

 

Primary Key

 

      Primary key sering disebut sebagai kunci utama Karene nilainya selalu unik.Primary key digunakan untuk membedakan satu data dengan data yang lain yang terjadi pada waktu yang bersamaan. ( Digunakan untuk menghapus, mengedit dan mencegah/menjaga baris baris duplikat )

 

Contoh Tabel Kegiatan Bulan ramadhan :

 

No

Tanggal

Kegiatan

Paraf

1

1-09-2009

Mendengarkan cerenah

 

2

1-09-2009

Sholat

 

3

1-09-2009

Tadarus Al-qur’an

 

4

1-09-2009

Sholat

 

 

Pada Kegiatan no.2 dan 4 dituliskan kegiatan yang sama yaitu sholat tetapi pada no.2 dan no.4 sholat yang dilakukan pada waktu yang berbeda ( misalnya : sholat subuh  daan sholat duhur  ).

 

Karakteristik Primary key

 

- Mandatory : harus menyimpan nilai non-null, jika kolom kiri kosong maka duplikasi

    baris bisa terjadi.

- Unique : hanya dimiliki oleh 1 baris

- Stable : tidak mungkin berubah (contoh NIM, NoKTP)

- Short : Memiliki sedikit karakter

 

Foreign Key

 

Foreign  Key Merupakan primary key yang diletakkan pada tabel lain. Foreign key Digunakan untuk relasi untuk mengakses data dari tabel yang lain

 

 

 

 

 

PERANCANGAN DATABASE

PERANCANGAN DATABASE

Pertemuan 1

Pengertian database

Database

Database adalah Susunan atau Kumpulan tabel yang mempunyai kaitan

atau berhubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain.Setiap Basis data atau Database memiliki/berisi sejumlah objek basis data (seperti file/tabel,indeks dan lain-lain).Database dapat berisi /menyimpan data (data adalah representasi fakta dari dunia nyata mengenai objek).Databse juga mengandung /menyimpan struktur ( baik untuk basisdata maupun objeknya secara detail.

Tabel

Tabel merupakan kumpulan informasi secara logis yang terkait dan diperlakukan

sebagai unit

Record ( Baris )

- Suatu tabel terdiri dari baris ( atau record )

- Suatu baris adalah kejadian tunggal yang berisi data di dalam tabel

- Setiap baris diperlakukan sebagai unit tunggal

Field ( Kolom )

- Baris diorganisasikan sebagai sekumpulan kolom (atau Field-field).

- Semua baris di dalam tabel terdiri atas kumpulan kolom yang sama

- Setiap kolom mempunyai fungsi untuk memberikan informasi untuk menjelaskan fungsi dari tabel

- Setiap kolom yang dibuat harus pernah diisi sedikitnya 1 baris

Field ( kolom )

Record ( Baris )